Reportase

Jalan berlubang Jogja-Solo

jalan berlubang, doc: okezone.com

Sepanjang jalan tadi dari solo ke Yogyakarta, Maghrib tadi hingga malam ini (jumat 8 april 2011 ) rasanya diri ini masih penuh dengan emosi, kepala seperti ingin meledak kepikiran terus,, mulut sebenarnya ingin mengeluarkan kata-kata kotor alias misuh2 kepada sesuatu, ingin marah karena muak, kecewa…campur sedih, karena sebuah kejadian didepan mata kepala sendiri. Tepat di depan SPBU Kebun Arum (jika tak salah informasi tadi) daerah Klaten, jl. Jogja – solo, waktu sekitar maghrib tadi, jarak sekitar 20 meter di depan saya terjadi sebuah kecelakaan. Continue reading

Advertisements
Categories: Reportase | Tags: | Leave a comment

UGM peringati Sejarah Republik Yogya

Universitas Gadjah Mada, selasa 4 januari 2011, mengadakan stadium general dalam memperingati sejarah republik Yogyakarta dengan pemateri Prof. Suhartono Wiryopranoto, guru besar sejarah UGM. Peristiwa Republik Yogya adalah perpindahan pusat pemerintahan Indonesia dari Jakarta ke Yogyakarta. Periode itu berlangsung pada 4 Januari 1946-28 Desember 1949. Continue reading

Categories: Reportase | Tags: , , , | Leave a comment

DIROSAT ISLAMIYAH HTI CHAPTER KAMPUS HAMFARA

Kiai dan para santri mahasiswa

Islam menggugat LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) itulah topik dirosat Islamiyah yang diadakan HTI Chapter Kampus Yogyakarta bekerja sama dengan Ma’had Hamfara, bertempat di masjid STEI Hamfara pada jumat 31/12/10 dengan pembicara KH. M. Shiddiq Al jawi. Continue reading

Categories: Reportase | Tags: , , , | Leave a comment

Gelegar Aksi “Century Gate; Sinyal Kematian Indonesia, Selamatkan Dengan Islam BKLDK DIY”, 27 januari 2010

Rabu siang, 27 januari 2010 tepatnya pukul 13.30 para mahasiswa di Yogyakarta mengikuti pawai damai berkendaraan motor start dari bunderan UGM, melewati stadiun Kridosono, melingkar ke UIN SuKa, jalan Timoho, Balai kota, hingga masjid Muttaqin Yogyakarta (belakang Pasar Bringharjo) dalam rangka aksi keprihatinan bertema, “Century Gate; Sinyal Kematian Indonesia, Selamatkan Dengan Islam” yang digelar di perempatan kantor pos besar Yogyakarta.

Demokrasi hancurkan……
kapitalisme hancurkan….
Syariah Terapkan….
Khilafah tegakkan
Selamatkan Indonesia dengan Islam…
Allahuakbar…..
Laa ilaaha illallah Muhammadarrasulullah….

Begitulah terus menerus seruan para mahasiswa mewarnai suasana riuh ba’da sholat ashar berjamaah dari masjid Mutaqqin di kawasan pasar Bringharjo dan sedang menuju perempatan kantor pos Besar Yogyakarta.
Sekitar 500-an peserta dari berbagai kampus di DIY yang tergabung dalam Badan koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Wilayah DIY, menyatakan penolakan terhadap sistem demokrasi yang terbukti kebobrokannya. Zulnaro, mahasiswa UGM selaku pembawa acara aksi, mengatakan seandainya ada tanaman yang akarnya sudah buruk, maka dari batang, daun, buah maupun bunganya tak mungkin menjadi baik, hal itu nampak pada sistem di Negri Indonesia tercinta ini, ketika sistem sekuler demokrasi menjadi asas kehidupan maka permasalahan cabang akan selalu timbul karenanya dan tak akan kunjung usai layaknya benang kusut yang terjadi pada century gate.
Aksi Intelektual ribuan saksi, dengan runtutan acara, pembacaan ayat suci Alquran, orasi-orasi, pembacaan puisi dan tetarikal tersebut berjalan lancar terasa luar biasa dengan adanya panggung beserta soundssystem yang menggelegar ke tengah-tengah masyarakat Yogyakarta yang melintasi Bank Indoensia Yogyakarta tersebut.

Categories: Reportase | Tags: , , , , | Leave a comment