Rem Laju Pertumbuhan Penduduk?


Dialog yang bernama Save Our Nation, di metro TV, 25 maret 09, pukul: 22.00 sampai 2300, bikin geli dengan topik Suramnya Progam KB di Indonesia (BKKBN),
dengan nara sumber, Sugiri Syarief kepala BKKBN pusat
inti dari dialog tersebut:
pentingnya isu kependudukan di negara Indonesia, dengan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Keadaan Negara Indonesia tercinta yang saat ini terpuruk dalam kesulitan berkepanjangan menjadikan keprihatinan kita bersama. Akar masalah yang menjadi alasan klasik adalah jumlah penduduk yang besar dengan angka laju pertumbuhan yang tinggi , berakibat kualitas sumber daya manusia rendah dan tingkat kesejahteraan menjdi kurang.
Penduduk dengan usia produktif yang tinggi, tanpa diimbangi dengan pertumbuhan kesempatan kerja dan kesempatan berwirausaha yang memadai, berakibat meningkatnya pengangguran. Hal ini berdampak timbulnya kesenjangan disegala bidang sehingga masyarakat sering berpikir dan bertindak tanpa pertimbangan yang baik, untuk itu diperlukan progam KB dan undang-undang kependudukan (payung hukum), sebagai pengereman laju penduduk di Indonesia.

data: Prevalensi utilisasi kontrasepsi (mulai dari yang terkecil)
1.    Kondom/ MO
2.    MOW
3.    Implant
4.    IUD
5.    Pill
6.    Injeksi
Sumber SDKI 2007, kehamilan wanita umur 15-17 tahun

acara ini ditutup dengan closing statement oleh host: yang intinya kalau laju pertumbuhan penduduk di Indonesia tidak bisa direm tahun dua ribu sekian….(sy krg memperhatikan) pulau2 di Indonesia bisa tenggelam….(hehehe)

berita terkait, sumber:  kontan.co.id

JAKARTA. Jangan meremehkan Keluarga Berencana (KB). Tanpa program KB, Indonesia terancam mengalami ledakan penduduk. Soalnya, rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Indonesia masih cukup tinggi. Tanpa KB, pada tahun 2020, penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai 261 juta jiwa.

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Sjarief menyatakan, Indonesia harus segera mengerem laju pertumbuhan penduduk. Maklum, saat ini laju pertumbuhan penduduk Indonesia memang cukup tinggi, yakni 2,6 juta jiwa per tahun. “Jika ini tidak diatasi, maka 10 tahun lagi Indonesia akan mengalami ledakan penduduk,” kata Sugiri, kemarin.

Tahun ini, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sekitar 230,6 juta jiwa. Tanpa KB, 11 tahun lagi atau pada 2020, penduduk Indonesia akan mencapai 261 juta manusia.
Tetapi jika KB berhasil menekan angka laju pertumbuhan 0,5% per tahun, maka jumlah penduduk 2020 hanya naik menjadi sekitar 246 juta jiwa. Ini berarti KB bisa menekan angka kelahiran sebanyak 15 juta jiwa dalam 11 tahun, atau 1,3 juta jiwa dalam setahun.
Jika penurunan laju pertumbuhan penduduk sebanyak itu bisa tercapai, berarti negara bisa menghemat triliunan rupiah untuk biaya pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Selain itu, dengan jumlah kelahiran yang terkendali, target untuk meningkatkan pendidikan, kesehatan ibu dan anak, pengurangan angka kemiskinan, dan peningkatan pendapatan per kapitan dapat lebih mudah direalisasikan.
Sugiri memaparkan, pada 2006 rata-rata angka kelahiran mencapai 2,6 anak per wanita subur. Angka tersebut tidak berubah pada 2007, sedangkan laju pertumbuhan penduduk rata-rata masih 2,6 juta jiwa per tahun.
Untuk bisa menekan angka kelahiran sampai 1,3 juta jiwa setahun, BKKBN menargetkan tahun ini peserta KB baru dari keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera mencapai 12,9 juta keluarga.
Sugiri mengakui, pelaksanaan Progam KB kini kurang berdenyut seperti era Orde Baru. Pasalnya, di era otonomi saat ini, pemerintah daerah yang jadi ujung tombak pelaksanaan program justru loyo.
Selain itu, BKKBN juga kekurangan petugas lapangan. Saat ini KB didukung oleh 22.000 petugas, “Kami butuh 13.000 penyuluh lagi.”(Yohan Rubiyantoro, Amal Ihsan Hadian KONTAN)

komentar saya: memang logikanya masuk akal sih….jadi serba salah,  punya anak dikit salah, punya anak lebih dari dua salah…hehe, apalagi poligami, gmana donk?! kalo keluarga miskin, papa mungkin dibwa enak aja…
ya iyalah…nanti indonesia tenggelam karena kebanyakan penduduk…hehe
Astghfirullah….
dasar logika nasionalisme….
apakah Allah menciptakan dunia ini hanya se-Indonesia saja?
mau dikemanakan kaum muslimin?
pake logika KHILAFAH:
punya satu Aqidah Islam punya satu Alquran, n punya satu kepemimpinan di bawah Khalifah yang mengayomi rakyatnya!
hah faktanya, di zaman Khalifah Umar bin abdul Aziz..yang ada malah disuruh nikah bagi para pemuda2nya (kyak ane)…
Indonesia merupakan bagian dari Darul Islam daulah Khilafah….semua penduduk standar kesejahteraanya jelas, adanya distribusi yang merata, masalah kependudukan saya rasa ga masalah….penduduk padat, pindahlah ke daerah lain, tanpa dipersulit dengan segala macam pajak dan administrasinya…fiuh,,,,
ada yg mau nanggapin, ngurangin, nambahin?
Categories: Opini | Tags: , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Rem Laju Pertumbuhan Penduduk?

  1. dila

    indonesia bodoh jelek aneh norok sinting bangat tau jorok kalo bau

  2. agus wibowo

    sementara di negri lain kekurangan anak nih..heheh..baca ini http://aguswibowo.wordpress.com/2010/01/21/pulang-dan-buatlah-anak/

    iya..nih…thanks dah berkunjung, blognya…master IT ya mas…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: