Mereka terjajah?

anak nongkrong

Sedikit melihat trend malam minggu yang ada di jalanan kota yogyakarta, sudah lama sebenarnya..cuman tren itu sepertinya tidak layak dan tidak penting untuk para kaum muda….melintasi jalan timur balaikota tepatnya jalan…..apa yah?(lupa)…berjejer beberapa motor club dan mobil club, tak lain tak bukan para pemuda-pemudi…tak cuman di situ saja di deket 21 bioskop pun begitu, blom juga di titik nol maliboro…?
sebenarnya kota jogja adalah kota intelektual, kota pelajar…di pusat kota maupun di wilayah yang saya sebutkan tadi terdapat banyak kampus, sekolah, dan lembaga-lembaga pendidikan lain…
sangat disayangkan ketika para pemuda-pemudinya hanyut dalam klub seperti tadi…dilihat dari motif yang dicari kalo boleh saya tebak adalah bersifat emosional semata yaitu “pertemanan”!

sangat tidak sehat
pertemanan yang malah cenderung bersifat tidak sehat, em…tapi saya tidak akan membahas jauh di situ, dari segi sudut pandang produsen hal tersebut sangat menguntungkan, adanya klub2 motor dan mobil..semakin melanggengkan usaha para investor2 asing.
ditinjau dari pergaulan, mereka cenderung bersifat hedonistik dan bebas. yang laki dan perempuan membaur berinteraksi disitu…
silahkan anda analisis sendiri?apakah mereka terjajah?

dan saya yakin-seyakinnya Indonesia (kita) memang terjajah oleh cengkramannya Neoliberalisme!
sialhkan baca artikel ini (klik)

Event Akbar Mahasiswa- kmii 2009

Tanggal: 18 Oktober 2009 Hari : Minggu/Ahad Waktu : 07.00 s.d 17.00 WIB Tempat: Basket Hall Senayan Jakarta Tema : Menyatukan dan Membangun Visi Intelektual Mahasiswa Menuju Indonesia yang Lebih Baik DI IKUTI OLEH 5000 MAHASISWA DARI SELURUH INDONESIA Welcome Speech : Rektor IPB Keynote Speaker : MENEGPORA Intellectual Speech 1 : Membangun Indonesia yang Lebih Baik – Bidang Ekonomi – Bidang Politik – Bidang Sumber Daya Alam – Bidang Pendidikan Intellectual Speech 2 : Membangun dan Meneguhkan Visi Intelektual Mahasiswa untuk Indonesia yang Lebih Baik – Perwakilan Mahasiswa dari Jawa – Perwakilan Mahasiswa dari Sumatera – Perwakilan Mahasiswa dari Kalimantan – Perwakilan Mahasiswa dari Sulawesi – Perwakilan Mahasiswa dari Papua COLLECTIVE STATEMENT Penyelenggara : BKIM IPB & BKLDK Contact Person : Zainal Abidin 021 93040953 Keterangan : Bagi yang ingin menjadi Peserta baik personal maupun perwakilan dari organisasi, diwajibkan mengikuti Islamic Leadership Training (ILT) yang diadakan BKLDK informasi lebih lanjut hubungi kami atau kunjungi Website : www.dakwahkampus.com Kuota Peserta Pria 4100 Orang dan Wanita 900 Orang Kalau anda ingin Ikut Islamic Leadership Training kirimkan biodata anda ke email: kmii09@yahoo.co.id yaitu Nama, TTL, No. HP, Alamat, Universitas/Institute/Perguruan Tinggi, Semester, Fakultas/Jurusan/Prodi, Pengalaman Organisasi. Motivasi Hidup. Kami akan menghubungi anda untuk menindak lanjuti. Contoh: Nama : Zainal Abidin, TTL : 31 Desember 1986, No Hp : 02193040953, Alamat : Jl. Merak Raya No. 174 Rt 02/12 Perumnas 1 Kel. Cibodasari Kec. Cibodas Kota Tangerang – Banten 13158 PT : UIN Syahid Jakarta Smster : 9 (Sembilan) Fak/Jur/Prod: Syari’ah dan Hukum/PMH/PMF Pengalaman Organisasi: – Ketua Rohis 2004/2005 MAN 1 Kota Tangerang – Ketua MSC 2009/2010 UIN Syahid Jakarta Motivasi Hidup: Islam Rahmatan Lil Alamin Ajak Seluruh Teman-teman Mahasiswa Muslim yang anda Kenal untuk mengikuti acara KONGRES MAHASISWA ISLAM INDONESIA dengan mengikuti Islamic Leadership Training Terlebih Dahulu. INGAT !!! PESERTA KONGRES MAHASISWA ISLAM INDONESIA TERBATAS. JADILAH ANDA SEBAGAI PESERTA ACARA AKBAR INI. SEGERA DAFTAR DAN HUBUNGI KAMI. Support : IPB dan Menegpora Sekretariat: Gedung Student Center IPB Kampus Darmaga 16680 Telp. 0251-3052240 sms center: 085694981197 email: kmii09@yahoo.co.id website: http://www.dakwahkampus.com _______________ MOHON UNTUK MENCETAK PAMFLET DAN MEMBANTU MENYEBAR LUARKANNYA KLIK DISINI UNTUK GAMBAR LEBIH BESAR Simpan dan Cetak

Bocah Misterius

Apakah ini kisah faktual atau fiksional, tak penting benar. Ada sesuatu dari cerita di artikel ini yang, hemat saya, cukup kuat mengusik-usilk sudut kalbu terdalam: seperti gema suara seruling gembala di padang hening, selalu saja menggelitik rasa.

Begini ceritanya:
Bocah itu menjadi pembicaraan di kampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja di atasnya, dan bahkan orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh menyebalkan

Yah, bagaimana tidak menyebalkan, anak itu menggoda dengan berjalan kesana kemari sambil tangan kanan memegang roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kiri memegang es kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang  melekat di plastik es tersebut.

Pemandangan tersebut menjadi hal biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini justru terjadi di tengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang yang melihatnya.

Pemandangan itu semakin bertambah tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari di kampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah kecil itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi es kelapa dan roti isi daging tersebut.

Pernah ada yang melarangnya, tapi orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap  dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.

Luqman memutuskan akan menunggu kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian lusuh yang sama dengan hari-hari  kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu datang lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu jelas membuat orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.

Luqman pun lalu menegurnya.. Cuma, ya itu tadi, bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, seakan-akan matanya akan keluar. “Bismillah..  .” ucap Luqman dengan kembali mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir, kalau memang bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. Kalau memang bocah itu “bocah beneran” pun, ia juga akan cari keterangan, siapa dan dari mana sesungguhnya bocah itu..

Mendengar ucapan bismillah itu, bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menarik tangannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang melihatnya. “Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti isi daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?” tanya bocah itu sesampainya di rumah Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. Matanya masih lekat menatap tajam pada Luqman.

“Maaf ya, itu karena kamu melakukannya di bulan puasa,” jawab Luqman dengan halus, “Apalagi kamu tahu, bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu..”

Mempertontonkan Kemewahan

Sebenarnya Luqman masih akan mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. “Itu kan yang kalian lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan di hadapan kami yang hidup di bawah garis kemiskinan pada sebelas bulan di luar bulan puasa?

Bukankah kalian yang lebih sering melupakan  kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami yang sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan  hingga kematian menjemput ajal..?!

Bukankah juga di bulan puasa ini hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada kerakusan kalian…!?”  Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia berkata begitu tegas dan terdengar “sangat” menusuk, kini ia bersuara lirih, mengiba.

“Ketahuilah Tuan.., kami ini berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan puasa, lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya berpuasa sepanjang siang saja.

Dan ketahuilah juga, justru Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?

Bukankah kalian juga yang selalu berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan dan ‘Idul Fithri?  Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami menangis, bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya pula.

Tuan.., kalianlah yang melupakan kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk di bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga terhadap orang-orang  kecil seperti  kami…!  Tuan.., sadarkah Tuan akan ketidak abadian harta?

Lalu kenapakah kalian masih saja mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?

Tuan.., jangan merasa aman lantaran kaki masih menginjak bumi. Tuan…, jangan  merasa perut kan tetap kenyang lantaran masih tersimpan pangan ‘tuk setahun, jangan pernah merasa matahari tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak….”

Wuahh…, entahlah apa yang ada di kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah kecil itu tanpa bisa dihentikan.  Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah tersebut adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini bukanlah bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu  pergi begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya terbengong-bengong.

Di kejauhan, Luqman melihat bocah itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Ditengah deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan rumahnya pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!

Bocah itu benar-benar misterius! Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar langkah, balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi irrasional,  tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal saja. Bahwa memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang kelaparan, dan  mereka yang tidak memiliki penghidupan yang layak.

Bocah tadi juga memberikan Luqman pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang bawah, dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang berlebihan.

Marilah berpikir tentang dampak sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, sementara yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.. Luqman berterima kasih kepada Allah yang telah memberikannya hikmah yang  luar biasa. Luqman tidak mau menjadi bagian yang Allah sebut mati  mata hatinya.

Sekarang yang ada di pikirannya sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya orang.

Kejadian bersama bocah tadi begitu berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang memang betul adanya.

Luqman rindu akan kehadiran anak itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah. (Efita J. Pohan)

tulisan ini copi dari :http://politikana.com/baca/2009/09/14/copas-bocah-misterius.html

Road To ICIES II (International Conference Of Islamic Economic System)

ICIES II STEI Hamfara

Dinar Must Be Back!

Pendahuluan
Persoalan yang membelenggu kaum muslimin saat ini adalah problematika ekonomi. Penggunaan mata uang yang tidak sesuai syariat di dunia ini sangat berimbas ke dunia Islam.
Terlebih lagi saat terjadi krisis financial di Amerika. Kemelut yang terjadi di tempat lain namun berdampak ke dunia Islam. Hal tersebut menggambarkan ketidakmandirian dari sisi keuangan.
Kembalinya dinar‐dirham sebagai mata uang yang diakui oleh syariat menjadi pilihan yang kemudian mencuat. Berbagai pro kontra kemudian mengiringi upaya mengembalikan dinar dirham.
Oleh karena itu STEI Hamfara bermaksud menyelenggarakan sebuah rentetan kegiatan pemikiran yang akan mencoba mengurai persoalan finansial di kalangan kaum muslimin tersebut. Akan diselenggrakan dalam empat jenis kegiatan, yaitu konferensi, diskusi intensif, stadium general dan pameran mata uang Islam.
Untuk serangkaian kegiatan tersebut STEI Hamfara akan bekerja sama dengan Japan Moslem Association, LEBI UGM, FORKIIS MM UGM dan sebagainya. Telah bersedia hadir dalam kegiatan ini beberapa pakar ekonomi international, antara lain Prof Umar Ibrahim Vadillo, Prof
Hasan Kameel dan Prof Hasan Ko Nakata

Tujuan

  1. Memberikan gambaran kepada masyarakat khususnya akademisi tentang persoalan yang ditimbulkan oleh mata uang tidak berstandar logam.
  2. Memaparkan argumentasi normatif dan empiris bagi penggunaan mata uang dinar dirham
  3. Menemukan langkah‐langkah konkret bagi implementasi dinar dirham
  4. Mencari solusi bagi persoalan yang timbul akibat diaplikasikannya dinar‐dirham

Pelaksanaaan:

  • 27 Juni 2009
    Auditorium MM UGM
    Peserta Akademisi dan Mahasiswa Peminat Ekonomi Islam
  • 28 Juni 2009
    Multimedia Room FE UGM
    Peserta Dosen Ekonomi Kampus‐kampus di Yogyakarta
  • 28 Juni 2009
    STEI Hamfara‐UMY‐UII
    Peserta Mahasiswa

Fee @ 75ribu
Registration : Jl Gurami no 31 Sorosutan Umbulharjo Yk,

phone : (0274) 690 6918

Focus Group Discussion Part II

Penyelenggara:     Gema Pembebasan UMY
Hari/Tanggal: Sabtu, 25 April 2009
Waktu:15:20 – 17:15
Tempat:    Masjid KHA Ahmad Dahlan UMY (ruang ma’had Ali sisi utara)
CP: (nizar)081904271984