<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Kuliah Gratis</title>
	<atom:link href="http://azinuddin.wordpress.com/kuliah-gratis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://azinuddin.wordpress.com</link>
	<description>Berusaha Menggapai Mimpi Yang Dijanjikan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Nov 2009 04:01:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Azinulhaq</title>
		<link>http://azinuddin.wordpress.com/kuliah-gratis/#comment-84</link>
		<dc:creator>Azinulhaq</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 02:11:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://azinuddin.wordpress.com/?page_id=177#comment-84</guid>
		<description>memang Ekonomi Islam lebih luas dari pada Perbankan syariah, dan Islam lebih lebih luas dari pada Ekonomi Islam yang baru naik daun dalam tataran akademisi dan praktisi, sedangkan perbankan yang sudah ada merupakan penguat sistem moneter yang ada dalam kapitalisme....akan lebih bijak jika kita melihat Islam sebagai pandangan hidup yang memancarakan berbagai macam sistem, agar mengetahui mana yang berasal dari Islam dan mana yang bukan dari pandangan Islam! tetapi kendala saat ini adalah para pemikir Islam dan para mujtahid yang kurang konsen dalam  khususnya Ekonomi. ada pertanyaan yg muncul apakah Islam mempunyai konsep sendiri atau tidak?ataukah seperti opini Perbankan syariah hanya subordinat dari sistem kapitalisme?! untuk itu kami STEI Hamfara berambisi untuk mencetak para mujtahid2 khususnya dalam masalah Ekonomi Islam.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang Ekonomi Islam lebih luas dari pada Perbankan syariah, dan Islam lebih lebih luas dari pada Ekonomi Islam yang baru naik daun dalam tataran akademisi dan praktisi, sedangkan perbankan yang sudah ada merupakan penguat sistem moneter yang ada dalam kapitalisme&#8230;.akan lebih bijak jika kita melihat Islam sebagai pandangan hidup yang memancarakan berbagai macam sistem, agar mengetahui mana yang berasal dari Islam dan mana yang bukan dari pandangan Islam! tetapi kendala saat ini adalah para pemikir Islam dan para mujtahid yang kurang konsen dalam  khususnya Ekonomi. ada pertanyaan yg muncul apakah Islam mempunyai konsep sendiri atau tidak?ataukah seperti opini Perbankan syariah hanya subordinat dari sistem kapitalisme?! untuk itu kami STEI Hamfara berambisi untuk mencetak para mujtahid2 khususnya dalam masalah Ekonomi Islam&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Eddy O.M. Boekoesoe</title>
		<link>http://azinuddin.wordpress.com/kuliah-gratis/#comment-81</link>
		<dc:creator>Eddy O.M. Boekoesoe</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jul 2009 07:44:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://azinuddin.wordpress.com/?page_id=177#comment-81</guid>
		<description>Sampai saat ini kita belum mendefinisikan apa itu ekonomi Islam atau ekonomi syariah. Kita baru memberikan sinyalemen, berupa ekonomi Islam bukan itu bukan ini tetapi itu dan ini.
Ketiadaan definisi ini membuat kita terperangkap pada menyempitkan ekonomi Islam itu seperti kita campur baurkan perbankan syariah dan ekonomi syariah. Festifal ekonomi syariah isinya perbankan syariah. Dimana posisi sektor riil yang menjadi inti kegiatan ekonomi? Dimana ekonomi lingkungan yang persoalannya mulai menyiksa kita?
Kalau ruang lingkup ekonomi Islam kita sudah tentukan, maka kita akan tergugah mengisi bagian bagian yang kosong pada ruang lingkup itu. sehingga ekonomi Islam akan menjadi sempurna, bukan sekedar perbankan syariah seperti sekarang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sampai saat ini kita belum mendefinisikan apa itu ekonomi Islam atau ekonomi syariah. Kita baru memberikan sinyalemen, berupa ekonomi Islam bukan itu bukan ini tetapi itu dan ini.<br />
Ketiadaan definisi ini membuat kita terperangkap pada menyempitkan ekonomi Islam itu seperti kita campur baurkan perbankan syariah dan ekonomi syariah. Festifal ekonomi syariah isinya perbankan syariah. Dimana posisi sektor riil yang menjadi inti kegiatan ekonomi? Dimana ekonomi lingkungan yang persoalannya mulai menyiksa kita?<br />
Kalau ruang lingkup ekonomi Islam kita sudah tentukan, maka kita akan tergugah mengisi bagian bagian yang kosong pada ruang lingkup itu. sehingga ekonomi Islam akan menjadi sempurna, bukan sekedar perbankan syariah seperti sekarang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
